BRT Juara-1 Indoprix 2009


Balap Indoprix seri pertama di sirkuit Sentul hari minggu 15 Maret 2009, berjalan lancar tanpa hambatan.
Pembalap dari Honda yang mendapatkan Wild Card dari team BRT Indopart KBC menunjukan penampilan yang mengejutkan para pengamat balap di indonesia.

rey-ratukore(foto: Aong)
BRT Indopart KBC diwakili Rey Ratukore. Sedang Kawasaki didukung duet Hadi Wijaya dan Ardhi Satya Sadarma. Keduanya punya strategi balap yang sama di sirkuit sepanjang 4,12 kilometer ini.

Hanya ada dua pembalap yang bisa menang di balap yang digelar di sirkuit Sentul. Pertama yang motornya benar-benar kencang, atau kedua minimal punya motor yang setara dengan pembalap lain tapi ahli strategi perang. Dua syarat ini diambil dari fakta top speed bebek yang tak lebih dari 120km/jam (data berdasarkan transponder panitia Indoprix).

Dengan kecepatan yang relatif pelan dan hampir sama rata ini, tikungan tidak akan terlalu berpengaruh. Terlebih lagi lebar sirkuit mencapai 15 meter. Tentunya memberikan banyak pilihan racing line buat para pembalap.
Yang akhirnya para pembalap bisa melaju dengan kecepatan penuh di semua tikungan dengan racing linenya masing-masing. Membaca fakta ini, Rey Ratukore dan Hadi Wijaya menggunakan taktik sama. Dengan memilih cara menang yang kedua.
Honda Supra X125 tunggangan Rey Retukore memiliki keunggulan power yang cukup besar, seperti kebanyakan mesin Supra X125 yang rata-rata mampu memuntahkan tenaga diatas 20 dk. Maka dari itu cukup bisa diandalkan di sirkuit Sentul. Sesuai prediksi OTOMOTIFNET, tanpa trouble, Honda Supra X 125 pasti bisa bicara di Sentul.

Sedang Hadi Wijaya yang juga turun di kelas IP-2, bebek 125cc dengan Kawasaki Athlete juga merasakan hal yang sama. Meski motornya tergolong baru dan masih dalam riset tahap awal, namun Hadi merasakan performa yang cukup baik.

“Motor ini kenceng banget, saya juga enggak menyangka,” aku Hadi seusai balap di race pertama. Meski keduanya sama kencang namun tunggangan Rey dan Hadi tak cukup mampu meninggalkan lawan-lawannya.

“Makanya saya pilih ikut rombongan dan terus curi angin di belakang pembalap lain. Tidak usah memaksa di lap-lap awal, yang penting beberapa lap sebelum finish baru maju ke depan,” aku Rey. Cara ini sangat mungkin dilakukan karena jarak antar motor dalam rombongan sangat dekat, saat finish pun pembalap pada rombongan depan yang berjumlah lebih dari 7 pembalap hanya selisih kurang dari 1 detik.

“Saya juga memilih tidak fight sejak awal balap agar mesin tetap awet sampai finish,” jujur Hadi yang terus menjaga suhu mesin motornya agar tak lebih dari suhu optimal di, 180 derajat celcius ini. Wajar saja karena jalannya balapan cukup panjang. 4,12 kilometer kali 12 lap, atau sekitar 49,44 kilometer dengan kondisi maksimal power terus menerus.

Bandingkan dengan sirkuit yang lebih kecil seperti Kenjeran atau Binuang yang sebentar-sebentar buka tutup gas karena tikungan patah. Dengan kondisi sirkuit panjang seperti ini maka pembalap harus tetap berjuang agar motornya selamat sampai finish. “Nah, tadi di race 2 motor ku jebol karena mencoba langsung meninggalkan lawan-lawan lainnya. Tapi ternyata tidak berhasil dan akhirnya jebol karena piston tidak cukup kuat,” aku Hadi.
Nah, baru setelah kurang beberapa lap saya berani fight menuju ke depan. Kuncinya ada di tikungan terakhir sebelum finish,” ungkap Hadi. Di tikungan ini para pembalap mencari posisi terbaik sebagai lontaran menuju trek lurus. Yang paling mulus dan bisa curi angin sebelum trek lurus bisa dipastikan punya kans finish duluan. Pada race pertama misalnya, Rey dan Hadi hanya terpaut 0,045 detik saja. Bayangkan seberapa ketatnya pertarungan di Sentul!

Hasil Lomba IP2 :
IP-2 race 1
1 / 22 / Rey Ratukore / DKI / BRT Indopart KBC / Supra X 125
2 / 7 / Hadi Wijaya / Kalbar / Kawasaki Elf IRC NHK Manual Tech / Athlete
3 / 96 / Denny Triyugo / Jatim / Yamaha Petronas FDR Star Motor / Jupiter Z
4 / 75 / Irwan Ardiansyah / DIY / Yamaha Evalube FDR Rextor GRM / Jupiter Z
5 / 92 / Florianus Roy / DIY / Yamaha TDR Indopart FDR Yonk Jaya / Jupiter Z

IP-2 race 2
1 / 22 / Rey Ratukore / DKI / BRT Indopart KBC / Supra X 125
2 / 45 / Dedy Permadi / DIY / Kephoth Federal Indopart KBC / Jupiter Z
3 / 96 / Denny Triyugo / Jatim / Yamaha Petronas FDR Star Motor / Jupiter Z
4 / 37 / Dwi Cahyono / Jatim / Daytona Nagata / Jupiter Z
5 / 75 / Irwan Ardiansyah / DIY / Yamaha Evalube FDR Rextor GRM / Jupiter Z

(sumber: otomotifnet.com)

3 comments on “BRT Juara-1 Indoprix 2009

  1. Ping-balik: Car, Motor, Tuning, Tuned, Bike, Free Wallpapers » Blog Archive » BRT Juara-1 Indoprix 2009

Komentar ditutup.